Minggu, 20 Maret 2016

Filled Under:

Mengenal Skoliosis, Kelainan Tulang Belakang yang Jarang Diketahui

skoliosis

Skoliosis merupakan sebuah kondisi di mana tulang belakang kita secara tidak normal melengkung ke samping. Penyakit ini umumnya terjadi pada anak-anak menjelang masa pubertas. Namun, tak sedikit orang dewasa yang mengalami kelainan tulang belakang tersebut. Sensasi nyeri pada punggung dan sesak napas adalah salah dua hal yang dirasakan pada penderita skoliosis. Deteksi dini dapat menjadi cara terbaik untuk mengobati kelainan tersebut.

Gejala dan Penyebab Skoliosis

Ada beberapa gejala skoliosis yang bisa dikenali. Antara lain tubuh penderita yang tampak condong ke samping, salah satu pinggul dan tulang belikat yang lebih menonjol, serta salah satu bahu yang tampak lebih tinggi. Sakit punggung yang terasa biasanya muncul pada bagian titik yang melengkung, tapi tidak semua penderita skoliosis mengalaminya. Sensasi nyeri tersebut muncul sebagai tanda kalau kelainan tulang tersebut semakin parah.

Karena penyebabnya belum diketahui secara pasti, kebanyakan kasus skoliosis jadi sulit untuk diobati. Namun, ada tiga kelompok skoliosis berdasarkan penyebab yang bisa diketahui, yaitu:
Skoliosis idiopatik. Dalam hal ini, faktor yang menyebabkan skoliosis pada penderita benar-benar tidak diketahui. Sebuah studi menyatakan bahwa faktor genetik menjadi penyebab dari satu pertiga penderita skoliosis. Tipe idiotik juga diderita oleh 80% dari total panderita kelainan tulang belakang tersebut;

Skoliosis degeneratif. Kerusakan pada tulang belakang secara perlahan merupakan faktor penyebab dari tipe skoliosis ini dan diderita oleh kebanyakan orang dewasa. Selain itu, ada beberapa hal yang melatarbelakangi skoliosis degeneratif. Antara lain usia, osteoporosis, penyakit motor neurone dan 
Parkinson, serta sklerosis multipel;

Skoliosis kongenital. Tipe skoliosis ini meruapakan jenis bawaan. Penyebabnya adalah tulang belakang yang tumbuh secara abnormal pada janin dalam kandungan.
Untuk diagnosis, penderita dapat melakukan beberapa metode seperti pemeriksaan saraf, x-ray, MRI scan, dan pengecekan fisik. Setelah diagnosis ini, dokter akan menentukan cara perawatan yang tepat bagi penderita skoliosis.

Metode Perawatan Skoliosis

Ada empat metode perawatan yang bisa dilakukan, yaitu:
Obat. Dokter akan memberikan obat untuk meredakan sensasi nyeri yang dialami penderita. Parasetamol dan obat anti-peradangan non-steroid adalah salah dua yang biasanya dikonsumsi;
Observasi. Penderita skoliosis akan melakukan observasi melalui x-ray setiap enam bulan sekali untuk mengetahui perubahan lengkungan. Skoliosis yang belum terlalu parah bisa diatasi hingga bentuk tulang belakang kembali normal;
Penyangga. Perawatan dengan penyangga biasanya diterapkan kalau sudut lengkung sudah mencapai lebih dari 20 derajat. Penyangga memang tidak dapat menyembuhkan skoliosis, tetapi dapat mencegah perkembangan skoliosis;
Operasi. Tindakan operasi akan dilakukan kalau sudut lengkung telah mencapai lebih dari 50 derajat. Untuk memperkuat tulang belakang, pasien akan dipasangi sekrup serta tangkai baja.




0 komentar:

Posting Komentar