Kamis, 26 Maret 2015

Filled Under:

Apakah Mungkin Menemukan Teknologi Teleportasi (Teleport) ?


Mungkin kita pernah mengambil kesimpulan bahwa teknologi orang zaman dahulu itu sangat primitif, tapi sudahkah kita melihat hasil-hasil peninggalan orang dulu ?. Misalnya bangunan-bangunan yang kokoh. Apakah mungkin kita yang saat ini sedang mengalami kemunduran ?

Atau mungkin pernah mendengar bahwa Nikolai Tesla punya rancangan mobil yang bisa berjalan dengan memanfaatkan "ether" yang ada di udara, atau ide tentang listri tanpa kabel ?. Jika tidak dihalangi oleh penguasa minyak pada saat itu, bisa saja saat ini kita mengemudikan kendaraan tanpa BBM.

Pasti Anda semua pernah menonton film Star Trek atau minimal pernah dengar, dimana para kru pesawat bisa dipindahkan kemana saja dengan teknologi teleport. Bahkan saat pesawat mencapai kecepatan "wrap" pun bisa memindahkan manusia dari satu tempat ke dalam pesawat. Atau Minato Namikaze dalam Naruto dengan teknik Hiraishin no Jutsu bisa berpindah tempat dengan cepat. Atau mungkin pernah nonton film Jumper ?

Apakah teknologi itu hanya khayalan ?.

Mari kita simak kisah yang bukan hayalan dan bukan hanya film yaitu kisah Nabi Sulaiman AS.

Kisah Nabi Sulaiman dalam Al Qur'an pada surah An-Naml.

Pada ayat 38 s/d 40 di surat Al-Naml, disebutkan :

38. “Berkata Sulaiman : “Hai pembesar-pembesar, siapakah diantara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya (ratu bilqis) kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang yang berserah diri.”

39. “Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin :” Aku akan datang kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu ; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya.”

40. “Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari buku-buku : “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana tersebut itu terletak di hadapannya, iapun berkata :” Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba apakah aku bersyukur atau mengingkari nikmatNya. Dan barangsiapa bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri dan baransiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Mulia.”


Mari kita analisa ketiga ayat tersebut. Pada ayat ke 38 Nabi Sulaiman membuat pengumuman kepada para pejabat-pejabat ketika itu, apakah ada diantara para pejabatnya yang dapat memindahkan Singgasana Ratu Bilqis yang akan datang ke tempat Nabi Sulaiman sebelum ratu tersebut datang ke tempat Nabi Sulaiman.

Kemudian yang pertama menanggapi tender tersebut adalah seorang/seekor jin yang paling jenius diantara para jin ketika itu dan beliau berjanji dapat memindahkan singgasana tersebut dalam durasi waktu antara Nabi Sulaiman duduk dan sesaat ketika beliau bangun dari tempat duduknya.

Pada ayat ke 40, terdapat seorang yang berilmu yang hidup diantara buku-buku, yang berkata beliau dapat memindahakan singgasana tersebut dengan durasi waktu hanya antara kedipan mata.

Dan yang perlu dicatat, bahwa yang dipindahkan adalah benar-benar barang, bukannya bayangan/audio visual seperti telepon atau gambar televisi pada masa sekarang. Bayangkan kehebatannya...

Bagaimana dengan keadaan kita sekarang ? Kemajuan teknologi yang kita hadapi sekarang, manusia baru mampu menghadirkan sebatas bayangan/sinyal/gelombang audio visual yang merupakan terjemahan dari informasi. Jika ada siaran langsung olah raga diluar negeri, kita baru dapat menyaksikannya secara langsung dari TV, Internet & radio, belum lebih dari itu.

Foto : jumper 2 from pixgood.com

0 komentar:

Posting Komentar