Jumat, 22 Agustus 2014

Filled Under:

Tegarkan Kerapuhan



Puisi, Tegarkan Kerapuhan

KENDATI HARUS ADA AMARAH DI MUARA
NAMUN RIAK KERESEHAN TAK BOLEH MENGGELAYUT
NIAT TAK HARUS UNTUK MELAYARKAN BAHTERA
MENELUEUR DARI HULU HINGGA HILIR,

WALAU PADA SETIAP SISI TELAH TERTIMPAH BONGKAHAN BUIH MURKA
MESKI NAKHODA TELAH MEMBIAS PADA KEPILUAN HATI
YANG TERSAYAT SENGATAN DERITA SOSIAL EKONOMI
YANG TERGORES TRAGEDI KEMANUSIAAN
YANG HANYA CENDERUNG DISAPA DENGAN SEUNTAI SENYUM
YANG TAK DAPAT MENUNTUN LANGKAH
MENAPAK  TITIAN MENUJU PANTAI SEJAHTERA.

AMARAH DI MUARA TELAH MENGGELAGAR MEMANG
NAMUN SENTUHAN KEBIJAKAN YANG TERLONTAR DARI UJUNG PENA DAN LIDAHMU.
MENJADI SULUH YANG SELALU MENYINARI HARI GELAP,
HINGGA MATA DAN HATI
YANG SELAMA INI HANYA MAMPU MENATAP SISI BURAM KABUT AMARAH,
KINI TELAH DAPAT MENYOROT TAJAM,
“KALAU AMARAH HANYALAH JUSTIFIKASI DARI KEKLIRUAN APLIKASI PROGRAM DAN KEBIJAKAN YANG BERJIWA SENDU”.

BIARLAH MEREKA MENGADUK SAMUDERA DENGAN SEGENGGAM KEKUASAAN YANG KINI BERADA DI TANGANNYA….. HINGGA GELOMBANG MEMUNCAH DAN MENGHEMPAS MENERPA TEPIAN MENGERUHKAN TIAP TETES KEJERNIHAN YANG SELAMA INI MENGALIR TENANG MENYEJUKKAN.
KARENA PADA SAATNYA, KEMUTLAKAN HUKUM ALAM AKAN MENGAKHIRINYA

YAKINLAH KARANG DI DASAR KE DALAMAN SAMUDERA TAK AKAN GOYAH
HANYA KARENA ULAH DI PERMUKAAN YANG MENGACAK
OBSESI SESAAT DENGAN KREASI YANG MINIM
DALAM LINGKUNGAN ZONA KEHIDUPAN TENDENSIUS NAN OPORTUNIS.

TIDAK MUDAH MENAHAN JEMARI MEREKA TUK BERHENTI MENGADUK SAMUDERA, KARENA DI SEKELILINGNYA BANYAK JEMARI LAIN YANG TELAH LATAH MELAKUKANNYA DENGAN ANGAN YANG MEMBUMBUNG TINGGI
WALAU KABUT MENYELIMUTI JIWA DAN NURANINYA.

NAMUN JANGAN PERNAH JENUH MENERIAKKANNY DENGAN LANTANG.
KARENA AKAR RUMPUT DI PERMUKAAN BUMI YANG KAU PIJAK
AKAN TETAP TEGAR TUK MENYANGGA SETIAP LANGKAHMU
MENUJU TAPAL BATAS PENGABDIANMU.

TEGARLAH DENGAN HARAPAN YANG MENJADI KEBUTUHAN BANYAK ORANG.
BINTANG YANG TAK PERNAH BERGESER PADA LANGIT TEMPAT KITA MENDONGAK,
TAK PERNAH SURUTKAN SINAR
DI TENGAH REDUPNYA SINAR MENTARI TERSAPU KELAMNYA MALAM
TIDAK SEMUA LANTAS TERLELAP MENINGGALKAN RELUNG CAHAYA…..

0 komentar:

Posting Komentar