Jumat, 22 Agustus 2014

Filled Under:

MENUAI TABURAN KEMILAU MENTARI OLEH : IIN DIARTIN BUDIAMAN




KETIKA MENTARI PAGI MENYERUAK LEMBUT DI KAKI CAKRAWALA BENING
MENYAPA PADANG LUAS
MENGHAMPAR MENGHIJAU DI JAGAT ALAM
UNTAIAN MANIKAM EMBUN  PUN BERKILAU
DI  SETIAP JUNTAIAN PADI YANG RUNDUK MENGUNING
SEAKAN INGIN MEMBANGKITKAN ASA, JIWA DAN SEMANGAT KERJA
UNTUK SEGERA BERPACU MELINTAS MENITI HARI HINGGA MALAM


DARI SINAR TERANGNYA YANG MESKI TERASA SANGAT  MENYENGAT
TERGERAK SUKMA YANG RIANG MELANGKAH MENAPAK SETIAP PEMATANG
HINGGA PADA UJUNG JEMARI TERGENGGAM HASIL PANEN YANG BERCUCUR KERINGAT
ENERGI CAHAYANYA SUNGGUH TELAH MEMBERI KEHIDUPAN
YANG MAMPU MELULUHKAN TERIKNYA YANG MENANTANG
           
TENTU BUKAN HANYA KARENA HASIL YANG KUGENGGAM HINGGA AKU MEMUJAMU
TETAPI RONA,  PESONA DAN SIKAPMU
YANG KONSISTEN PADA SETIAP ORBITAN
MEMANG PANTAS UNTUK DIKAGUMI DENGAN TAFAKKUR
PADA PAGI HARI
KAU TERBIT DENGAN BINAR CERAH
MEMBANGKITKAN MENGAJAK LANGKAH
BERANJAK MENJEMPUT HARAP MENGIKUTI JEJAKMU

NAMUN PADA SENJA HARI
KAU REDUPKAN SINARMU
SEAKAN HENDAK MENGUSIR KEPENATAN DARI KELELAHAN
SEMBARI MELULUHKAN JIWA UNTUK BERSYUKUR
KINI KAU BERANJAK PELAN MENUJU PERADUAN DI UFUK BARAT
BIAS CAHAYAMU YANG MERAH JINGGA
KEMBALI BERMAKNA
MEWARNAI KAKI LANGIT DAN TEPIAN LAUT YANG MEMBIRU

SEAKAN ENGKAU INGIN BERUCAP
JIKA DIBALIK KEMILAU YANG KAU TABURKAN
 TAK PERNAH GERSANG UNTUK MENUAI HARAP
SUNSET, SUNRISE KEMBALILAH MELINTAS,
DI UJUNG SENJA KU MELEPASMU
UNTUK KUNANTIKAN DI PAGI HARI NAN CERAH


                                                                       
           

0 komentar:

Posting Komentar