Minggu, 17 Agustus 2014

Filled Under:

IKMS HADIRKAN AIESEC TIGA NEGARA DI SINJAI

Ikatan Keluarga Mahasiswa Sinjai (IKMS) Unhas kembali menggelar karya dan kreasi pengabdiannya di daerah asalnya dengan menghadirkan  Association Internationale des Étudiants en Sciences Économiques et Commerciales (AIESEC) dengan agenda kegiatan yang meliputi kunjungan pada lokasi pengembangan usaha kecil menengah atau pengrajin, wisata studi budaya, dan diskusi pembinaan kewirausahaan dengan pemerintah daerah dan stake holder.
    Ketua panitia Ajiz Muhammad Khaerul menjelaskan, bahwa motivasi dasar kunjungan AIESEC ke Sinjai, adalah untuk mengkaji permasalahan yang menghambat perkembangan produk masyarakat di Sinjai, khususnya kompetisi pasar, padahal beberapa produk masyarakat Sinjai memiliki spesifikasi tersendiri yang seharusnya menjadi daya saing tersendiri di pasaran global, tetapi dalam kenyataannya, pengembangan produk yang ada, masih sangat jauh dari harapan.
    AIESEC sebagai organisasi internasional untuk para pemuda yang bermarkas Rotterdam Belanda, dalam kunjungannya di Kabupaten Sinjai, semula direncanakan akan diikuti oleh enam negara namun karena Pakistan, Turki, dan Jerman berhalangan sehingga hanya tiga perwakilan Negara, yakni Cina, Vietnam,  dan Ceko dengan jumlah personil sebanyak lima orang yang sempat datang.
    Namun bagi Ajiz, urgensi kehadiran AIESEC di Sinjai bukan terletak pada aspek kuantitas Negara atau personilnya, karena memang AIESEC yang melibatkan 147 negara dengan 2100 lebih universitas memang memiliki banyak program yang bersentuhan dengan lingkungan hidup, pendidikan, sosial, budaya, pemberdayaan dan pembangunan pada umumnya yang kesemuanya berjalan secara parallel, sehingga untuk kebutuhan Sinjai, buat sementara memang kami focus dengan aspek pemberdayaan dan budaya.
    Karena itu Ajiz berharap, agar dalam kunjungan ini akan ada share antara pemerintah kabupaten dengan AIESEC, dan yang paling penting obyektifitas pemerintah dalam memberikan masukan kepada anggota AIESEC tentang permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dalam upaya pengembangan usahanya, bukan lagi saatnya pemerintah untuk lebih mengedepankan  eforia hasil pekerjaan dengan takaran subyektif, tetapi mari kita beranjak pada realita yang ada.
    Sementara itu, anggota AIESEC asal Northwest University Chines, Krystal menuturkan, bahwa dari berbagai refrensi dan masukan teman yang diperolehnya tentang Sinjai, pada dasarnya Sinjai memiliki potensi kewirausahaan, tetapi dalam pasaran global, kami tidak menemukan itu, sehingga kami datang untuk memastikan keberadaannya, untuk kemudian mengkaji secara kritis akar permasalahannya yang pada saatnya akan kita ramu solusi yang tepat.
    Karena itu saya berterima kasih kepada teman IKMS Unhas yang telah menempatkan kami di rumah penduduk, sehingga kami bisa berinteraksi langsung dengan mereka, baik dalam upaya menggali informasi lebih jauh tentang Sinjai dan kewirausahaan di Sinjai, maupun dalam upaya memahami secara partisipatif budaya kehidupan masyarakat Sinjai. kuncinya
   

   

0 komentar:

Posting Komentar